BAB I
PENDAHULUAN
Zaman
sekarang, pendidikan merupakan batu pijakan untuk mencapai suatu Negara dan Bangsa
yang berkualitas baik itu di lihat dari aspek psikomotorik, afektif serta
kognitif yang dimiliki oleh individu dalam suatu kelompok atau masyarakat.
Sehingga diperlukan suatu pendidikan yang mengairahkan dan menarik perhatian
suatu individu agar dapat mengembangkan ketiga aspek tersebut agar tercapainya
kualitas dari suatu bangsa dan negara.
Di Indonesia
sendiri, pendidikan mengalami berbagai macam perubahan yang dapat dilihat dari
kurikulum yang argumentasinya lebih kepada kurikulum tersebut perlu diganti
karena tidak sesuai dengan zaman atau era yang sedang terjadi sehingga
diperlukan suatu pembaharuan. Selain itu, Pendidikan di era-modern di tuntut
dengan suatu hal yang baru, hal ini di karenakan dalam pengajaran suatu
pembelajaran di suatu sekolah secara khusus berbeda-beda tergantung dari
materi, media dan metode yang digunakan. Pengajaran yang konvensional saat ini
membuat siswa merasa jenuh akan proses pembelajaran sehingga diperlukan suatu
pembelajaran yang menarik perhatian siswa khususnya pada pendidikan sekolah
dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
A. PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Pembelajaran Bahasa Indonesia dan sastra Indonesia merupakan salah satu materi pelajaran yang sangat penting di sekolah. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia adalah agar siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia bagi siswa adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, sedangkan bagi guru adalah untuk mengembangkan potensi bahasa Indonesia siswa, serta lebih mandiri dalam menentukan bahan ajar kebahasaan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswa.
Selain itu, tujuan umum pembelajaran sebuah Bahasa adalah memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Dengan pembelajaran Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain dan untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia di sekolah diharapkan membantu siswa mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.
Pendidikan bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Dengan pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia agar siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan sebagai berikut:
- Siswa diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia dan sastra Indonesia secara baik dan benar serta dapat berkomunikasi secara efektif dan efisien baik secara lisan maupun tulis sesuai dengan etika yang berlaku.
- Siswa bangga dan menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa pemersatu bangsa Indonesia.
- Siswa mampu memahami bahasa Indonesia serta dapat menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
- Siswa mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.
- Siswa dapat membaca dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
- Siswa diharapkan dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia serta menghargai dan bangga terhadap sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual Indonesia.
Aspek
kemampuan berbahasa yang meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca
dan menulis yang berkaitan dengan ragam bahasa maupun ragam sastra merupakan
ruang lingkup standard kompetensi pembelajaran Bahasa Indonesia.
C. MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
1.
Model Pembelajaran Kooperatif
Salah satu model pembelajaran yang sekarang banyak
dikembangkan di beberapa sekolah, khususnya pada jenjang sekolah dasar adalah
model pembelajaran kooperatif (Cooperative
Learning). Pembelajaran ini menekankan pada adanya aspek kooperatif atau
kerja sama antara satu siswa dengan siswa lain. Kerja sama yang dibangun dalam
model pembelajaran kooperatif adalah kerjasama yang tersetruktur dan
terencana dengan baik. Contohnya: Kerja sama/kelompok dalam diskusi dan mengerjakan tugas dari
guru.
2.
Model Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran
yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan
situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara
pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka
sehari-hari.
- Questioning (Bertanya)
Disini guru memberikan materi kemudian setelah
selesai memberikan materi kepada siswanya maka guru memberikan sebuah
pertanyaan kepada siswanya untuk bertanya agar dapat melatih pola berbicara.
D.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Pembicaraaan mengenai strategi
pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembicaraan mengenai pendekatan,
metode, dan teknik mengajar. Menurut Edward M.
Anthony menjelaskan strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia sebagai
berikut:
- Pendekatan Pembelajaran
Istilah pendekatan dalam pembelajaran bahasa mengacu
pada teori-teori tentang hakekat bahasa dan pembelajaran bahasa yang berfungsi
sebagai sumber landasan/prinsip pengajaran bahasa. Teori tentang hakikat bahasa
mengemukakan asumsi-asumsi dan tesisi-tesis tentang hakikat bahasa,
karakteristik bahasa, unsur-unsur bahasa, serta fungsi dan pemakaiannya sebagai
media komunikasi dalam suatu masyarakat bahasa. Teori belajar bahasa
mengemukakan proses psikologis dalam belajar bahasa sebagaimana dikemukakan
dalam psikolinguistil. Pendekatan pembelajaran lebih bersifat aksiomatis dalam
definisi bahwa kebenaran teori-teori linguistik dan teori belajar bahasa yang
digunakan tidak dipersoalkan lagi.
Dari pendekatan ini diturunkan metode pembelajaran
bahasa. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori ilmu bahasa struktural yang
mengemukakan tesis-tesis linguistik menurut pandangan kaum strukturalis dan
pendekatan teori belajar bahasa menganut aliran behavioerisme diturunkan metode
pembelajaran bahasa yang disebut Metode Tata Bahasa (Grammar Method).
- Metode Pembelajaran
Istilah metode berarti perencanaan secara menyeluruh
untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. Istilah ini bersifat
prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa
dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap,
dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses
belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar.
Dalam strategi pembelajaran, terdapat variabel metode
pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu:
a)
Strategi pengorganisasian isi
pembelajaran
Adalah
metode untuk mengorganisasikan isi bidang studi yang telah dipilih untuk
pembelajaran. “Mengorganisasi” mengacu pada tindakan seperti pemilihan isi,
penataan isi, pembuatan diagram, format, dan lain-lain yang setingkat dengan
itu. Strategi penyampaian pembelajaran adalah metode untuk menyampaikan
pembelajaran kepada pebelajar untuk menerima serta merespon masukan yang
berasal dari pebelajar. Adapun startegi pengelolaan pembelajaran adalah metode
untuk menata interaksi antara pebelajar dengan variabel pengorganisasian dan
penyampaian isi pembelajaran.
b)
Strategi penyampaian pembelajaran
Strategi
penyampaian pembelajaran merupakan komponen variabel metode untuk melaksanakan
proses pembelajaran. Strategi ini memiliki dua fungsi, yaitu:
1)
Menyampaikan isi pembelajaran kepada
pebelajar
2)
Menyediakan informasi atau
bahan-bahan yang diperlukan pebelajar untuk menampilkan unjuk kerja (seperti
latihan tes).
c)
Startegi pengelolaan pembelajaran.
Strategi
pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabel metode yang berurusan
dengan bagaimana interaksi antara pebelajar dengan variabel-variabel metode
pembelajaran lainnya. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang
strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian tertentu yang digunakan
selama proses pembelajaran.
Paling
sedikit ada empat klasifikasi variabel strategi pengelolaan pembelajaran yang
meliputi:
1)
Penjadwalan penggunaan strategi
pembelajaran
Penjadwalan
penggunaan strategi pembelajaran atau komponen suatu strategi baik untuk
strategi pengorganissian pembelajaran maupun strategi penyampaian pembelajaran
merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan pembelajaran. Penjadwalan
penggunaan strategi pengorganisasian pembelajaran biasanya mencakup pertanyaan
“kapan dan berapa lama siswa menggunakan setiap komponen strategi
pengorganisasian”. Sedangkan penjadwalan penggunaan strategi penyampaian
melibatkan keputusan, misalnya “kapan dan untuk berapa lama seorang siswa
menggunakan suatu jenis media”.
2)
Pembuatan catatan kemajuan belajar
siswa
Pembuatan
catatan kemajuan belajar siswa penting sekali bagi keperluan pengambilan
keputusan-keputusan yang terkait dengan strategi pengelolaan. Hal ini berarti
keputusan apapun yang dimabil haruslah didasarkan pada informasi yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa tentang suatu
konsep, prosedur atau prinsip? Bila menggunakan pengorganisasian dengan
hierarki belajar, keputusna yang tepat mengenai unsur-unsur mana saja yang ada
dalam hierarki yang diajarkan perlu diambil. Semua ini dilakukan hanya apabila
ada catatan yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa.
3)
Pengelolaan motivasional
Pengelolaan
motivasional merupakan bagian yang amat penting dari pengelolaan ineteraksi siswa dengan pembelajaran. Gunanya untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa. Sebagian besar bidang kajian studi sebenarnya memiliki daya
tarik untuk dipelajari, namun pembelajaran gagal menggunakannya sebagai alat
motivasional. Akibatnya, bidang studi kehilangan daya tariknya dan yang tinggal
hanya kumpulan fakta dan konsep, prosedur atau prinsip yang tidak bermakna.
4)
Kontrol belajar.
Mengontrol belajar siswa sangat penting, karena jika setiap guru mengontrol
belajar siswa maka siswa akan selalu gemar mengerjakan tugas dari guru, tetapi
jika guru jarang mengontrol pekerjaan siswa maka siswa akan malas-malasan
mengerjakan tugasnya.
BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah diatas, maka dapat kami simpulkan bahwa tujuan umum pembelajaran sebuah Bahasa adalah memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Dengan pembelajaran Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain dan untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut.
Pembelajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia di sekolah diharapkan membantu siswa mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.
DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud.
1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek Pembinaan
Sekolah Dasar.
Machfudz,
Imam. 2000. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif.
Jurnal Bahasa dan Sastra UM.
Saksomo,
Dwi. 1983. Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang.
Subyakto,
Sri Utari. 1988. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Dirjen Dikti
Depdikbud.
0 komentar:
Post a Comment